.jpg) |
| Kuil peribadatan di Batu Caves bisa dicapai dengan meniti setidaknya 272 anak tangga. |
Dalam mitologi Hindu dipercaya, bumi pernah hampir ditenggelamkan ke lautan kosmik oleh raja makhluk jahat sebangsa raksasa (detya) bernama Hiranyaksa. Namun, usahanya digagalkan oleh batara Wisnu yang menjelma menjadi babi hutan. Kuasa Hiranyaksa lantas digantikan oleh saudara lelakinya, Hiranyakasipu. Di bawah kuasanya, segala rupa puja untuk Wisnu dihentikan. Akhirnya, ia lantas juga dibunuh oleh Wisnu - kali ini dengan menjelma menjadi singa.
Kematian dua pemimpin raksasa tersebut nyatanya tidak lantas menghentikan seteru antara para detya dan batara. Banyak detya yang lantas mati oleh pasukan para batara dibawah pimpinan Indra. Kematian kaum detya oleh Indra dan kedua putranya oleh Wisnu membuat Diti, Ibu Hiranyaksa dan Hiranyakasipu, marah. Ia lantas bertapa untuk mendapatkan anak yang bisa mematikan Indra dan membalaskan dendamnya. Ribuan tahun setelahnya lahirnya Bajrangga. Tugasnya membunuh Indra hampir saja tuntas, tetapi berhasil dicegah oleh batara Brahma - dewa pencipta yang juga buyutnya, dan Kasyapa - sang ayah.
Indra terbebas dari maut. Untuk itu, Brahma menciptakan seorang perempuan cantik untuk Bajrangga nikahi, Waranggi. Dari Waranggilah lantas terlahir Taraka. Kelahirannya diceritakan ditandai dengan gempa bumi dan gelombang besar di lautan. Saat dewasanya ia lantas menjadi raja para raksasa. Taraka juga bertapa sedemikian rupa demi memohon kesaktian dan kehidupan abadi pada batara Siwa. Permintaannya ditolak. Tetapi Siwa lantas mengabulkan permintaannya yang lain: Taraka hanya bisa mati di tangan anak Siwa.