Tentang Cinta

| Februari 12, 2015 | Sunting
Cinta itu indah, Minke, terlalu indah, yang bisa didapatkan dalam hidup manusia yang pendek ini. — diungkapkan oleh Jean Marais, dalam Bumi Manusia karangan  Pramoedya Ananta Toer
Rinto Harahap
Lily dan Rinto
Lily Kuslolita dalam duduk takhiyatnya di samping peti mati sang suami, penyanyi dan pencipta lagu, Rinto Harahap. Lily adalah seorang Muslim asal Solo, sementara Rinto adalah seorang Protestan kelahiran Sibolga. Keduanya menikah pada 9 November 1973. Hidup bersama selama hampir 42 tahun, keduanya dikarunia tiga orang anak perempuan. Rinto menghembuskan nafas terakhirnya 9 Februari lalu di Singapura

Warna-warni Perayaan Thaipusam

| Februari 04, 2015 | Sunting
Kuil peribadatan di Batu Caves bisa dicapai dengan meniti setidaknya 272 anak tangga.
Dalam mitologi Hindu dipercaya, bumi pernah hampir ditenggelamkan ke lautan kosmik oleh raja makhluk jahat sebangsa raksasa (detya) bernama Hiranyaksa. Namun, usahanya digagalkan oleh batara Wisnu yang menjelma menjadi babi hutan. Kuasa Hiranyaksa lantas digantikan oleh saudara lelakinya, Hiranyakasipu. Di bawah kuasanya, segala rupa puja untuk Wisnu dihentikan. Akhirnya, ia lantas juga dibunuh oleh Wisnu - kali ini dengan menjelma menjadi singa.

Kematian dua pemimpin raksasa tersebut nyatanya tidak lantas menghentikan seteru antara para detya dan batara. Banyak detya yang lantas mati oleh pasukan para batara dibawah pimpinan Indra. Kematian kaum detya oleh Indra dan kedua putranya oleh Wisnu membuat Diti, Ibu Hiranyaksa dan Hiranyakasipu, marah. Ia lantas bertapa untuk mendapatkan anak yang bisa mematikan Indra dan membalaskan dendamnya. Ribuan tahun setelahnya lahirnya Bajrangga. Tugasnya membunuh Indra hampir saja tuntas, tetapi berhasil dicegah oleh batara Brahma - dewa pencipta yang juga buyutnya, dan Kasyapa - sang ayah.

Indra terbebas dari maut. Untuk itu, Brahma menciptakan seorang perempuan cantik untuk Bajrangga nikahi, Waranggi. Dari Waranggilah lantas terlahir Taraka. Kelahirannya diceritakan ditandai dengan gempa bumi dan gelombang besar di lautan. Saat dewasanya ia lantas menjadi raja para raksasa. Taraka juga bertapa sedemikian rupa demi memohon kesaktian dan kehidupan abadi pada batara Siwa. Permintaannya ditolak. Tetapi Siwa lantas mengabulkan permintaannya yang lain: Taraka hanya bisa mati di tangan anak Siwa.

Arsip

Pesan Mamak

Dirimu yang dulu kususui. Pantatmu yang dulu kubedaki. Kotoranmu yang kujumputi dengan tanganku sendiri, untuk kemudian kuairi.

Pernah kuceritakan padamu tentang negeri yang jauh. Sekadar cerita kala itu. Namun, kini kupikir itu adalah doa. Negeri itu tak kan sejauh dulu. Negeri itu tak kan seabstrak ceritaku dulu. Ku ucap doa untuk setiap langkahmu. Itu akan lebih bermakna daripada sedikit receh yang kusumpalkan ke sakumu. Ku serahkan dirimu pada Tuhan-Mu.

Pergilah, demi dirimu sendiri. Ku kan tunggu kau di sini. Pulanglah ketika kau lelah. Kan kuceritakan tentang negeri yang lebih jauh. Ah, kau sudah lebih tahu pasti. Baik-baik disana, sholat dijaga. Makan? Rasanya tidak perlu ku khawatir soal itu.

 
Uraian blog ini dicuplik dari puisi Sapardi Djoko Damono, Kata, 2
Reka templat oleh DZignine