Dalam Sunyi

| November 21, 2011 | Sunting


In the silences I found you, beneath the highlight. Come to see you just to know you. Day by day. It`s me on your side, but you can`t see me. And my voice is around you, but you can`t hear me. I`m walk in the silence of you. Life is colorful but you said, its all plain. ave the reason why I`m still here, hoping you, missing you.
Diam ini bukanlah diam kesombongan, diam kearogansian, diam untuk melupakan, diam tak tahu terimakasih, atau diam apapun itu. Aku masuk ke dalam posisi yang serba sulit menurutku, dan aku tak apa yang seharusnya ku lakukan selain DIAM! Aku rindu dengan semua itu, aku ingin seperti dulu, namun aku sendiri tak tahu apa yang harus kulakukan untuk memulai waktu!

Arsip

Pesan Mamak

Dirimu yang dulu kususui. Pantatmu yang dulu kubedaki. Kotoranmu yang kujumputi dengan tanganku sendiri, untuk kemudian kuairi.

Pernah kuceritakan padamu tentang negeri yang jauh. Sekadar cerita kala itu. Namun, kini kupikir itu adalah doa. Negeri itu tak kan sejauh dulu. Negeri itu tak kan seabstrak ceritaku dulu. Ku ucap doa untuk setiap langkahmu. Itu akan lebih bermakna daripada sedikit receh yang kusumpalkan ke sakumu. Ku serahkan dirimu pada Tuhan-Mu.

Pergilah, demi dirimu sendiri. Ku kan tunggu kau di sini. Pulanglah ketika kau lelah. Kan kuceritakan tentang negeri yang lebih jauh. Ah, kau sudah lebih tahu pasti. Baik-baik disana, sholat dijaga. Makan? Rasanya tidak perlu ku khawatir soal itu.

 
Uraian blog ini dicuplik dari puisi Sapardi Djoko Damono, Kata, 2
Reka templat oleh DZignine