Jerebu Datang Lagi

| April 24, 2016 | Sunting
Jerebu menyelimuti Kuala Lumpur.
Jerebu menyelimuti Kuala Lumpur. Gambar diambil Jumat (22/2) lalu
Sudah beberapa hari ini jerebu kembali menyelimuti kawasan Lembah Klang  wilayah Kuala Lumpur dan sekitarnya. Beberapa koran menyebutkan bahwa penyebab kabut asap kali ini adalah kebakaran lahan gambut di daerah Kuala Langat dan Sepang yang terletak di selatan Kuala Lumpur.

Cuaca memang sangat panas akhir-akhir ini. Efek dari gelombang panas yang kabarnya adalah yang terparah dalam 10 tahun terakhir. Hujan sesekali saja turun, kebanyakan hanya gerimis. Ratusan sekolah, terutama di bagian utara Malaysia, diliburkan karena fenomana alam ini.

Selain itu, dari awal tahun ini saja setidaknya sudah tercatat lima kali kebakaran hutan dan lahan gambut. Tiga di antaranya terjadi di wilayah Semenanjung: Bachok, Kelantan; Kuala Langat, Selangor; dan hutan simpan Gunung Arong di Mersing, Terengganu. Sementara dua kebakaran lain terjadi di Bekenu dan Marudi yang terletak di Sarawak.

Efek langsung jerebu tentu saja adalah terhalangnya pandang. Juga efek-efek kesehatan bila sudah terlampau parah. Beberapa hari ini misalnya, hidung saya terasa sangat gatal. Dari pengalaman kabut asap sebelumnya, ini baru efek awal saja. Tetapi, dengan hujan yang mulai rutin turun, semoga saja titik-titik api segera padam. Dan jerebu segera berlalu.

Arsip

Pesan Mamak

Dirimu yang dulu kususui. Pantatmu yang dulu kubedaki. Kotoranmu yang kujumputi dengan tanganku sendiri, untuk kemudian kuairi.

Pernah kuceritakan padamu tentang negeri yang jauh. Sekadar cerita kala itu. Namun, kini kupikir itu adalah doa. Negeri itu tak kan sejauh dulu. Negeri itu tak kan seabstrak ceritaku dulu. Ku ucap doa untuk setiap langkahmu. Itu akan lebih bermakna daripada sedikit receh yang kusumpalkan ke sakumu. Ku serahkan dirimu pada Tuhan-Mu.

Pergilah, demi dirimu sendiri. Ku kan tunggu kau di sini. Pulanglah ketika kau lelah. Kan kuceritakan tentang negeri yang lebih jauh. Ah, kau sudah lebih tahu pasti. Baik-baik disana, sholat dijaga. Makan? Rasanya tidak perlu ku khawatir soal itu.

 
Uraian blog ini dicuplik dari puisi Sapardi Djoko Damono, Kata, 2
Reka templat oleh DZignine