Senandung Laskar Pelangi

| September 24, 2008 | Sunting
Bu Mus dan Laskar Pelangi
Mimpi adalah kunci
Untuk kita menaklukkan dunia
Berlarilah tanpa lelah
Sampai engkau meraihnya
Laskar pelangi takkan terikat waktu
Bebaskan mimpimu di angkasa
Warna bintang di jiwa

Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersyukurlah pada Yang Kuasa
Cinta kita di dunia selamanya

Cinta kepada hidup
Memberikan senyuman abadi
Walau hidup kadang tak adil
Tapi cinta lengkapi kita

Laskar pelangi takkan terikat waktu
Jangan berhenti mewarnai
Jutaan mimpi di bumi
Laskar pelangi takkan terikat waktu
Seiring dengan mulai akan diluncurkannya film Laskar Pelangi, original sound track alias OST film inipun mulai naik daun. Selain OST yang liriknya kutulis di atas, ada juga beberapa lagu lain yang menjadi lagu tema film ini. Masing-masing ada Tak Perlu Keliling Dunia dari ayang Gita Gutawa, Sahabat Kecil yang dinyanyikan oleh Ipang. 

Kemudian ada juga lagu Sahabat yang dibawain oleh Garasi - wah, ini ada nepotisme sama Miles sepertinya hehe. Lalu Mahar 'LP' juga menyanyikan lagu Melayu Bunga Seroja bersama Mara Karma (siapa lagi nih?), Sherina menyanyikan Ku Bahagia. Dan ditambah dua lagu lain yakni Waltz Musim Pelangi dan Mengejar Harapan yang masing-masing dilantunkan oleh Meng Float dan Gugun and The Blues Bug. Oh ya, ada Netral juga yang khusus membawakan lagu berjudul Lintang! Manifestasi dari semangat Lintang si anak nelayan.

Sementara OST-nya sendiri didendangkan oleh Nidji dengan judul serupa dengan judul filmnya. Lagu tersebut dirangkai oleh kata-kata nan indah dengan menitik beratkan pada arti persahabatan. Dengan ditunjuknya Nidji sebagai pelantun lagu persahabatan Laskar Pelangi, menurut saya pas banget sih apalagi sebelumnya Nidji sudah sempet melejit dengan Arti Sahabat.

Menurut saya, spirit dalam lagu ini sungguh terasa, apalagi pada baris:
Bebaskan mimpimu di angkasa
Warnai bintang di jiwa...
Memberikan sebuah semangat supaya saya terus belajar sehingga pada nantinya dapat melepaskan mimpi-mimpiku - masa di mana mimpi-mimpiku terwujud. :)

Balasan

Arsip

Pesan Mamak

Dirimu yang dulu kususui. Pantatmu yang dulu kubedaki. Kotoranmu yang kujumputi dengan tanganku sendiri, untuk kemudian kuairi.

Pernah kuceritakan padamu tentang negeri yang jauh. Sekadar cerita kala itu. Namun, kini kupikir itu adalah doa. Negeri itu tak kan sejauh dulu. Negeri itu tak kan seabstrak ceritaku dulu. Ku ucap doa untuk setiap langkahmu. Itu akan lebih bermakna daripada sedikit receh yang kusumpalkan ke sakumu. Ku serahkan dirimu pada Tuhan-Mu.

Pergilah, demi dirimu sendiri. Ku kan tunggu kau di sini. Pulanglah ketika kau lelah. Kan kuceritakan tentang negeri yang lebih jauh. Ah, kau sudah lebih tahu pasti. Baik-baik disana, sholat dijaga. Makan? Rasanya tidak perlu ku khawatir soal itu.

 
Uraian blog ini dicuplik dari puisi Sapardi Djoko Damono, Kata, 2
Reka templat oleh DZignine