Kok...

| September 12, 2008 | Sunting
Uuuuuh... Kok tidak bisa sekontinyu dulu ya aku dalam masalah ngeblog? Udah blog kagak ke-urus, tulisankupun juga masih belum berbobot-berbobot banget. Maaf deh buat para fans-ku, hehe. Yah, bukannya sok sibuk tapi memang benar-benar sibuk nih aku *lhoh, bantu dong..

Berangkat sekolah jam enam pagi dan baru pulang jam empat sore, bayangin coba. Setelah itu sampai rumah juga sudah capek banget, males untuk ngapa-ngapain sehingga kamu juga telantar deh blog.

Tetapi, walaupun nafasnya sudah Senin Kamis, insya Allah tetap jalan terus kok :) Aku tidak ingin blog yang udah aku buat dengan susah payah menjadi bertitel almarhum. Padahal disinilah kutulis catatan hidupku sehingga bisa jadi karena tidak ada tulisan para fansku mengira aku sudah mati, naudzubilah ... Aku belom siap mati. Aku masih muda, masih banyak waktu untuk berbuat dosa beramal dan meminta ampunan atas khilafku yang menggunung. Ampuni hambamu ini ya Allah.

Yah gitulah intinya.  Aku jsibuk nih. Gimana dong? Ada yang mau membantu saya? Ada yang mau menggantikan saya? Nggak ding. Janganlah,jangan..

Arsip

Pesan Mamak

Dirimu yang dulu kususui. Pantatmu yang dulu kubedaki. Kotoranmu yang kujumputi dengan tanganku sendiri, untuk kemudian kuairi.

Pernah kuceritakan padamu tentang negeri yang jauh. Sekadar cerita kala itu. Namun, kini kupikir itu adalah doa. Negeri itu tak kan sejauh dulu. Negeri itu tak kan seabstrak ceritaku dulu. Ku ucap doa untuk setiap langkahmu. Itu akan lebih bermakna daripada sedikit receh yang kusumpalkan ke sakumu. Ku serahkan dirimu pada Tuhan-Mu.

Pergilah, demi dirimu sendiri. Ku kan tunggu kau di sini. Pulanglah ketika kau lelah. Kan kuceritakan tentang negeri yang lebih jauh. Ah, kau sudah lebih tahu pasti. Baik-baik disana, sholat dijaga. Makan? Rasanya tidak perlu ku khawatir soal itu.

 
Uraian blog ini dicuplik dari puisi Sapardi Djoko Damono, Kata, 2
Reka templat oleh DZignine