Hari ini, 10 November 1945

| November 10, 2008 | Sunting
... Selama pemuda indonesia masih memiliki darah merah yang dapat membuat kain putih menjadi merah dan putih, selama itu kita tidak akan menyerah...
Sepuluh November 63 tahun lalu gema kalimat tersebut telah membakar semangat arek-arek Surabaya untuk angkat senjata melawan Sekutu yang ingin kembali menjajah Indonesia. Semangat tidak mau untuk dijajah kembalipun berujung pertempuran nan dahsyat di Surabaya. Pertempuran tersebut meletus diawali dengan penyobekan bendera Belanda di Hotel Yamato dan juga terbunuhnya Brigjend Mallaby, salah satu pimpinan Sekutu, di Jembatan Merah. Peristiwa itulah yang kemudian membuat 10 November diperingati Hari Pahlawan, wujud hormat kepada pahlawan yang taruhkan raga mereka demi kemerdekaan.
Bung Tomo
Lalu bagaimana dengan apresiasi anak muda sekarang terhadap jasa pahlawan? sedih sekali, jangankan menghayati, untuk nyebutin nama pahlawan saja sulit buaangeet. dan barulah kita menyadari bila slogan seperti "jas merah", "bangsa besar adalah yang bìsa hargai jasa para pahlawan" mang bener2 tinggal onggokan kata tanpa makna yg mungkin suatu saat berkarat & hilang kemudian. hari ini, untuk luangin 30 menit buat khidmadnya upacara aja juga dah gag bisa, yg memperingati sementara itu juga cuma sekadar seremoni belaka.

alunan lagu lagu perjuangan dulu adalah sebagai penyemangat di medan laga, tapi kini tlah berubah menjadi langgam penyemangat hidup bagi para veteran perang tuk bisa hidup di tengah keras kehidupan meski harus menjual bintang kehormatan mereka satu per satu.ironis memang karena hal ini malah terjadi pada mereka yang telah berjuang demi negara.

di hari pahlawan ini pada akhirnya mengajak kita untuk lebih menghargai jasa para pahlawan dan menyontoh sifat mereka sesuai relevansi masa kini dimana sedang dibutuhkan para pahlawan yang harus berjuang mengusir kebodohan, kemiskinan, dan kebodohan.

banteng banteng pemuda, nasib kita ditentukan oleh tindakan tindakan kita sendiri, kita harus temukan keunggulan diri, bukan dengan duduk manis danmenunggu apa yang disebut keunggulan itu datang sendiri.

ayo satukan langkahmu, kembangkan darma baktimu kita pasti maju berkat lindungan Nya...tidak ada pahlawan telat, kesiangan, atau apalah, itu smua hanyalah wujud iri dari orang- orang yang tak ingin kita maju.

selamat hari pahlawan 10 november 2008 kobarkan spirit para pahlawan dalam dada kita untuk selanjutnya kita bisa meraih bintang di jiwa. sementara bagi para pahlawan yang tlah gugur moga dapatkan tempat terindah di surga-Nya. amin

Arsip

Pesan Mamak

Dirimu yang dulu kususui. Pantatmu yang dulu kubedaki. Kotoranmu yang kujumputi dengan tanganku sendiri, untuk kemudian kuairi.

Pernah kuceritakan padamu tentang negeri yang jauh. Sekadar cerita kala itu. Namun, kini kupikir itu adalah doa. Negeri itu tak kan sejauh dulu. Negeri itu tak kan seabstrak ceritaku dulu. Ku ucap doa untuk setiap langkahmu. Itu akan lebih bermakna daripada sedikit receh yang kusumpalkan ke sakumu. Ku serahkan dirimu pada Tuhan-Mu.

Pergilah, demi dirimu sendiri. Ku kan tunggu kau di sini. Pulanglah ketika kau lelah. Kan kuceritakan tentang negeri yang lebih jauh. Ah, kau sudah lebih tahu pasti. Baik-baik disana, sholat dijaga. Makan? Rasanya tidak perlu ku khawatir soal itu.

 
Uraian blog ini dicuplik dari puisi Sapardi Djoko Damono, Kata, 2
Reka templat oleh DZignine