Senja di Rinjani

| November 20, 2008 | Sunting
(sebuah mimpi manis di awal petang)

setitik cahaya yg jauh terletak di andromeda tapi dapat menyinari remang senja di rinjani akan jadi ceritaku malam ini, yang kurajut dari kenangan maniez bareng cahaya itu.

sungguh tak ada rekahan fajar yg seindah matanya dan,,, wajahnya adalah kemilau aurora. sungguh cahaya itu telah menjadi pelita yg setia temani tiap langkah kaki ini, perlahan butiran kasihpun tumbuh jadi pohon cinta yg tumbuh subur di lahan cinta yg membentang di antara bilik dan serambi hati ini.


sungguh, area sastraku kering, tak tahu dengan kata apa supaya bisa lukiskannya karena memang dia bukan sebuah bait puisi yg bisa memburu jutaan kata indah, tapi dia adalah cinta, yang terindah di antara yg mahaindah. manjain aku hingga aku menggelelendot manja sandar di pundaknya, atau bahkan rebahin tubuh ini di atas tubuhnya tanpa harus takut bila bibirq menggamit bibirnya karena kami memang satu!

suaranya adalah petikan harmoni malaikat yg setia menyapaku tiap senja di rinjani. tenang meluncur begitu saja dan menyelimuti hati ini yg lagi kelu. makasih tuhan, telau kau kirim kekasih hati yg senantiasa ada untukq dan mau menerimaku apa adanya, tanpa ia perhitungkan aq ini sangat jelek karena kami dah terlanjur sayang.


"ku bisa dapetin 1000 cowok tapi hanya kamu yg dapat kucintai!!" begitu katanya padaku yg bisa membesarkan hatiku. i always love u, altough the ocean rise and thunders roar huney,,,,


senja di rinjani bisa tutupi bunga dan pohon dari penglihatan tapi tak akan bisa tutupi sayangku bebh. ingat: 5000 mil bebz, lewatin aurora borealis, kumolonimbus, stratosphere, andromeda, eh ujung2nya balik ke kamu lagi,


kan kurangkai semua kata cinta di bumi, jadikan seikat kembang agar kau tau isi hatiku bebz...

suatu anugerah kubisa kenal dia, setitik cahaya yg terus bertambah terang, sinari perjalanan cinta kami, sungguh,,, semoga tuhan senantiasa ada dan memberkati kami so, cahaya terang itu tidak akan menjadi kobaran api yg bakar semua yg ada di dalamnya, termasuk,,kami.


://ku tulis semua ini dengan rasa cintaku kepada seseorang yang selalu tebarkan pesona cinta. senja yg tiap hari turun di rinjani ternyata bukan senja dalam rasa cintanya karena cintanya adaku memang tidak sedikitpun turun atau berkurang apalagi hingga hilang tersaput kelam malam... karena memang cinta bukanlah mimpi yg datang saat terlelap dalam tidur dan pergi dikala kita terbangun, tapi cinta adalah pengharapan yg lahir dari hati yg penuh cinta dan kasih tulus serta rasa percaya...

Arsip

Pesan Mamak

Dirimu yang dulu kususui. Pantatmu yang dulu kubedaki. Kotoranmu yang kujumputi dengan tanganku sendiri, untuk kemudian kuairi.

Pernah kuceritakan padamu tentang negeri yang jauh. Sekadar cerita kala itu. Namun, kini kupikir itu adalah doa. Negeri itu tak kan sejauh dulu. Negeri itu tak kan seabstrak ceritaku dulu. Ku ucap doa untuk setiap langkahmu. Itu akan lebih bermakna daripada sedikit receh yang kusumpalkan ke sakumu. Ku serahkan dirimu pada Tuhan-Mu.

Pergilah, demi dirimu sendiri. Ku kan tunggu kau di sini. Pulanglah ketika kau lelah. Kan kuceritakan tentang negeri yang lebih jauh. Ah, kau sudah lebih tahu pasti. Baik-baik disana, sholat dijaga. Makan? Rasanya tidak perlu ku khawatir soal itu.

 
Uraian blog ini dicuplik dari puisi Sapardi Djoko Damono, Kata, 2
Reka templat oleh DZignine