Mawar Putih

| Januari 02, 2009 | Sunting
Mawar Putih
Di tahun baru ini mawar putih tepi pagar baru saja mekar setelah berhari-hari, berminggu-minggu saya tanam. Ada satu rahasia tentang mawar putih tepi pagar ini. Setelah hujan turun dan meninggalkan titik-titik air di setiap kelopaknya lalu membiaskan sinar matahari dari ujung langit, ia akan bersinar-sinar bak berlian pecah seribu. Seksi sekali. Mungkinkah ini adalah gambaran awal tahun ini?

Arsip

Pesan Mamak

Dirimu yang dulu kususui. Pantatmu yang dulu kubedaki. Kotoranmu yang kujumputi dengan tanganku sendiri, untuk kemudian kuairi.

Pernah kuceritakan padamu tentang negeri yang jauh. Sekadar cerita kala itu. Namun, kini kupikir itu adalah doa. Negeri itu tak kan sejauh dulu. Negeri itu tak kan seabstrak ceritaku dulu. Ku ucap doa untuk setiap langkahmu. Itu akan lebih bermakna daripada sedikit receh yang kusumpalkan ke sakumu. Ku serahkan dirimu pada Tuhan-Mu.

Pergilah, demi dirimu sendiri. Ku kan tunggu kau di sini. Pulanglah ketika kau lelah. Kan kuceritakan tentang negeri yang lebih jauh. Ah, kau sudah lebih tahu pasti. Baik-baik disana, sholat dijaga. Makan? Rasanya tidak perlu ku khawatir soal itu.

 
Uraian blog ini dicuplik dari puisi Sapardi Djoko Damono, Kata, 2
Reka templat oleh DZignine