Kisah Zhang Da Sekarang

| Desember 01, 2008 | Sunting
Setelah berusaha mengulik internet demi mencari sumber aslinya, dapat dipastikan bahwa kisah Zhang Da ini fiksi murni. Nama bocah ini diambil dari nama seorang jenderal negeri Shu Han pada masa Tiga Kerajaan. Foto yang menyertai pun tidak memiliki sangkut paut dengan kisah ini. Foto diambil oleh fotografer Amerika, Tammie Dooley.
Bocah lelaki dari Gansu | Tammie Dooley
Sebuah kisah yang mengharukan dan bisa juga sebagai teladan untuk anak-anak jaman sekarang, seorang anak yang dengan tekun merawat ayahnya yang sakit. Seorang anak di China pada 27 Januari 2006 mendapat penghargaan tinggi dari pemerintahnya karena dinyatakan telah melakukan “Perbuatan Luar Biasa”. Diantara 9 orang peraih penghargaan itu, ia merupakan satu-satunya anak kecil yang terpilih dari 1,4 milyar penduduk China. Zhang Da namanya.

Artikel ini dikirimkan secara berantai melalui surat elektronik dan milis, diklaim sebagai kisah nyata. Tetapi nyatanya tidak. Cerita ini direka oleh entah siapa, pastinya orang Indonesia karena memang ceritanya hanya tersedia dalam bahasa Indonesia.

Arsip

Pesan Mamak

Dirimu yang dulu kususui. Pantatmu yang dulu kubedaki. Kotoranmu yang kujumputi dengan tanganku sendiri, untuk kemudian kuairi.

Pernah kuceritakan padamu tentang negeri yang jauh. Sekadar cerita kala itu. Namun, kini kupikir itu adalah doa. Negeri itu tak kan sejauh dulu. Negeri itu tak kan seabstrak ceritaku dulu. Ku ucap doa untuk setiap langkahmu. Itu akan lebih bermakna daripada sedikit receh yang kusumpalkan ke sakumu. Ku serahkan dirimu pada Tuhan-Mu.

Pergilah, demi dirimu sendiri. Ku kan tunggu kau di sini. Pulanglah ketika kau lelah. Kan kuceritakan tentang negeri yang lebih jauh. Ah, kau sudah lebih tahu pasti. Baik-baik disana, sholat dijaga. Makan? Rasanya tidak perlu ku khawatir soal itu.

 
Uraian blog ini dicuplik dari puisi Sapardi Djoko Damono, Kata, 2
Reka templat oleh DZignine